Gambar diri

Tulisan ini ditujukan agar kita bisa lebih mengenal diri. Sebagai seorang yang dilahirkan untuk menjadi pemimpin, sangatlah penting bagi kita untuk mengetahui dam memahami terlebih dahulu pribadinya dengan mendalam. Yang pada akhirnya bisa menjadi jalan bagi kemuliaan diri dan alam semesta sesuai dengan yang diinginkan Penciptanya.

A. Siapa saya menurut Tuhan

Sungguh ajaib memang kita diciptakan sebagai buah cinta orang tua kita, dan jauh sebelum orang tua berencana untuk melahirkan kita, kita sudah ada di benak sang Maha Pencipta. Siapa orang tua kita, bagaimana keberadaan orang tua kita, apa jenis kelamin, hitam atau putih, tingi atau pendek,  jadi apa kita kelak, bahkan di mana kita akan dilahirkan, sampai hari-hari yang akan kita jalani, semua sudah ada yang merencanakan.

Oleh karena sudah diciptakan dengan sangat sempurna, lengkap dengan pendengaran, penglihatan dan pemahaman (hati) dan segala potensi yang dibutuhkan dalam kehidupan ini, semuanya mempunyai fungsi, tidak ada yang diciptakan percuma (sia-sia). Sudah selayaknya kita bersyukur. Berterimakasih kepadaNya. Caranya dengan mengaplikasikan, mengfungsikan potensi kita seperti asal mulanya diciptakan.

Kita dikaruniai otak yang cerdas, namun sering kecerdasan itu untuk memuaskan hawa nafsu, keserakahan, kezaliman, dan berbuat kerusakan di muka bumi. Padahal fungsi asalnya ialah supaya kecerdasan itu menjadi bekal untuk keselamatan, kesejahteraan manusia itu sendiri dan juga alam semesta dimana manusia itu tinggal.

Apa yang terjadi ketika kita mengalihfungsikan potensi kita menjadi tidak sesuai dari aturan mainnya? Tentunya kerusakan di muka bumi, yang pada akhirnya merusak umat manusia termasuk kita juga. Contoh kecil, jika kita mengekploitasi alam (hutan) dengan semena-mena, maka yang terjadi adalah panas yang berlebihan, banjir, kerusakan habitat ekosistem alam, yang akhirnya manusia juga yang merasakan akibatnya.

Jadi apa maksud atau fungsi manusia di dunia ini adalah tak lain untuk menjadi pengatur alam semesta agar sesuai fungsinya, termasuk umat manusia di dalamnnya agar menjadi sejahtera. Manusia harus menjadi pemimpin, karena lebih unggul daripada ciptaan yang lain. Juga yang lebih penting bagaimana manusia dapat mengatur manusia agar sesuai fungsinya. Ini yang tidak mudah dan hanya segelintir orang yang bisa melakukannya. Itulah pemimpin dunia.

B. Siapa saya menurut Ilmuwan

Menurut para ilmuwan, kita merupakan hasil pertemuan antara sperma dengan sel telur yang terjadi secara menakjubkan. Ketika sepasang suami istri yang telah sah melakukan hubungan badan, si suami mengeluarkan ribuan sperma yang akan mencoba mendekati sel telur. Dari ribuan sperma hanya satu yang bisa mendekati dan membuahi sel telur di rahim istrinya.

Bayangkan saja, dari berjuta-juta sperma yang ada hanya ada 1 yang bisa membuahi sel telur. Sejak awal kita adalah petarung tangguh mengapa? Karena kita berhasil menjadi pemenang diantara berjuta sperma yang lain.

Kita adalah seorang yang sangat spesial, unik, dan hanya satu-satunya di dunia ini sepanjang masa. Namun demikian, kita tang akan pernah terbentuk tanpa campur tangan Tuhan.

C. Siapa saya menurut Diri sendiri

Pernahkan kita bertanya siapa kita? Orang seperti apa kita ini? Tentunya, tidak ada orang lain yang lebih mengenal, selain diri kita sendiri. Sekalipun orang tua kita yang melahirkan, tetap kitalah yang mengenal betul diri kita

Lalu seperti apa kita mengenal diri kita? Dengan cara apa? Tentulah dengan mengenali segala kelebihan dan kekurangan kita. Adakalanya perlu melakukan refleksi untuk merenung dan mengingat kembali peristiwa-peristiwa yang telah kita alami. Untuk melihat seperti apa kita ini, apakah termasuk orang yang baik, rajin, cantik, galak, atau pemurah dst.

Perenungan diharapkan bisa mengungkap siapa kita sesungguhnya. Jadi jika kita pemarah dan tahu bahwa itu tidak baik untuk pergaulan dan kehidupan kita, maka kita bisa memperbaikinya. Atau kalau ada sifat baik kita maka dapat kita pertahankan dan kita tingkatkan. Kita akan semakin percaya diri jika kita mengenal pribadi kita.

Dengan demikian kita harus jujur terhadap diri sendiri dan berani mengungkapkan siapa sebenarnya kita. Tidak perlu malu, sejelek apapun itu, semakin mengenal karakter, akan semakin mudah kita bergaul dan memahami diri dan orang lain.

D. Siapa saya menurut orang lain

Kita tidak bisa mengatakan kita cantik atau ganteng tanpa bantuan orang lain, biasanya kita membutuhkan cermin un tuk membuktikan atau melihat apakah benarkita cantik atau ganteng, cerminlah yang membantu kita.

Oleh karena tidak bisa menilai diri secara utuh tanpa orang lain, kita perlu membuka diri terhadap penilaian orang lain. Meskipun penilaian orang lain mungkin saja tidak seperti yang kita harapkan atau terkesan menyakitkan, tetapi kita tetap perlu mencoba untuk menerima penilaian orang lain.

Penilaian-penilaian dari orang lain bisa disaring. Jika itu membuat kita berkembang kita bisa menerapkannya. Pintar-pintarlah menelaah penilaian tersebut. Namun yang pasti,

tetaplah menjadi diri sendiri, karena itulah yang terbaik. Jangan menjadi seperti apa yang orang lain inginkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s