PERGILAH MALAS

Setelah bergumul dengan pikiran sendiri dan percobaan-percobaan, ternyata kesimpulan hingga saat ini adalah mengakui bahwa apa yang dinasehatkan guru spiritual saya adalah benar adanya. Rasa malas itu adalah ada di setiap manusia, dan yang bisa mengusirnya hanyalah dengan adanya tanggung jawab.

Jika kita memiliki tanggung jawab, contohnya, kita bekerja di pabrik, setiap hari kita tentu harus  mengikuti aturan pabrik, kalau tidak pasti mendapatkan sangsi.

Aturan itu misal kita harus masuk pagi. tentu kita harus masuk pagi. Sedangkan rasa malas menginginkan kita bangun agak siang untuk memuaskan kita. Kita jadi punya tekat untuk bangun pagi, pergi mandi walaupun serasa dingin airnya, semua itu untuk satu tujuan yaitu memenhuhi tanggung jawab terhadap pabrik.

Namun katakan hari minggu kita libur, maka rasa malas juga akan timbul lagi, tentunya kita juga harus mempunyai kiat untuk mencari tanggung jawab yang sekiranya bisa mengusir rasa malas dari dalam diri kita.

Maka perbanyaklah tanggung jawab yang bisa diperoleh. Tentunya tak perlu kita mamakzulkan pak RT dan kita gantikan perannya sebagai RT hanya untuk memperoleh tanggung jawab. Baguslah kalau kita memegang kekuasaan yang membuat kita terikat untuk melaksanakan tanggung jawab atas amanah itu, namun dengan kita aktif selalu di dalam masyarakat, lingkungan kerja, teman sehobi, dan lain komunitas kita, sesungguhnya akan dengan otomatis kita kan memperoleh amanah sosial, yang pada akhirnya kita mempunyai tanggung jawab moral terhadap orang lain.

Dengan kita terbiasa bertanggung jawab terhadap orang lain tentu akan  berimbas kepada kita, maksudnya tanggung jawab terhadap diri sendiri akan muncul dengan kebiasaan kita bertanggung jawab terhadap orang lain.

So, intinya untuk mengusir rasa malas dibutuhkan suatu tanggung jawab yang kita emban, tanggung jawab ini dapat kita peroleh dengan kita aktif dalam kehidupan kita

Memang sesuatu agak susah pada awalnya,namun bila kita mau mencobanya sehingga bisa, kemudian terbiasa, dan seterusnya akan mudah bagi kita. bukan tidak mungkin sesuatu yang susah itu nantinya membuat kita ketagihan untuk melakukannya.

Berani coba?.. saya sedang melakukannya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s