Kemampuan Menggali Potensi Orang Lain

PEMIMPIN itu tercermin dari kemampuannya menggali potansi orang lain

Bacalah kisah berikut ini.

Seorang ketua umum senat mahasiswa, dia sangat pintar memimpin orang. Suatu kali ia membutuhkan bantuan penyusunan makalah untuk seminar di suatu tempat. Ia datang ke saya dan mengatakan, “saya sudah keliling kampus, mencari satu orang yang mampu menyusun makalah untuk seminar nasional, semua orang merekomendasikan Bambang. Saya tahu Bambang sibuk kuliah,untuk itulah saya ingin Bambang menyusun draft kasar mengenai makalah tersebut, nanti saya akan coba kembangkan sendiri. Saya yakin kamu bisa melakukan ini dalam sehari.”

“Sungguh pintar orang ini”. Kata Bambang dalam hati dan Bambang pun membantunya dengan semangat.

Bayangkan kalau dia datang langsung bicara “Bambang, pak Dekan meminta supaya kamu buat makalah atas nama senat mahasiswa, besok saya ambil ya,” Bambang pasti ogah-ogahan mengerjakannya.

Abdul Karim (alm), seorang tokoh di dunia agribisnis. Beliau hebat dalam memimpin. Selain memiliki dedikasi dan kepedulian terhadap dunia agribisnis peternakan, dia juga pintar membujuk orang. Seorang professor doctor pun sangat hormat kepadanya.

“ you kan doctor ahli peternakan. Ini saya punya buku terbaru, coba baca, besok kita diskusikan masalah ini. Saya yang kagak sekolah ini ikut mikirin, you pasti lebih mendalami massalah ini,” ujarnya suatu kali denagn seorang doctor.

Beberapa hari kemudian doctor itu dating kepadanya, menyampaikan isi buku dan gagasan-gagasannya. Aneh sekali seorang doctor yang sangat hebabt bisa begitu hormat dengan yang hanya lulus SMA, kata kuncinya sekali lagi adalah kepemimpinannya.

Pak haji yang mempunyai tujuh outlet warung sate. Suatu ketika ia pulang ke rumahnya di Kuningan, dan datanglah tetangganya. Seorang pemilik kambing.

“ Pak Haji, saya lagi butuh uang untuk anak saya yang sekolah, tolong 2 ekor kambing saya pak haji beli ya,” ujarnya.

Beliau mengiyakan. “ ini saya kasih uang, kambing tidak usah dibawa kemari”

“kenapa pak haji?”

“Saya tahu, kamu senang memelihara kambing, jadi terus saja kamu pelihara kambing itu, nanti kalau beranak baru lapor ke saya” ujar pak haji.

Pemilik kambing pulang dengan senang hati. Beberapa bulan kemudian ia datang ke pak haji melapor bahwa kambingnya telah beranak kembar. Pak haji mengintruksikan supaya tetap dipelihara, sampai 3 bulan kemudian pak haji memberi keputusan, “ silahkan anak kambing itu dijual, hasilnya dibagi dua”.

Pak haji tak pernah melihat kambing miliknya, tapi beliau bisa bertransaksi bisnis dengan peternak tadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s